Alasan keamanan, Microsoft pensiunkan Windows XP


Kamis, 11 April 2013



Pada tanggal 8 April, Microsoft secara resmi telah mengeluarkan keputusan akan memensiunkan Windows XP mulai April 2014. Hal ini dikarenakan OS tersebut tidak dirancang untuk menghadapi tantangan masa sekarang, terutama dalam hal keamanan data penggunanya.
Seperti press release yang diterima merdeka.com (08/04), untuk menghindari resiko keamanan, konsumen disarankan untuk melakukan upgrade OS sebelum dukungan untuk Windows XP Berakhir tahun 2014.
Bahkan, menurut temuan dari Microsoft's Security Intelligence Report bulan Juni 2012 lalu, tingkat keamanan Windows XP SP3 masih lebih lemah dibandingkan dengan Windows 7 SP1.
Dalam laporan tersebut, tercatat bahwa selama satu dekade terakhir, telah terjadi peningkatan ancaman keamanan dalam berbagai cara seperti:
Malware
Ancaman malware meningkat enam kali lipat dari periode 2001 sampai 2012. Pada 2001 ancaman tersebut hanya berjumlah 10 ribu, kini telah mencapai angka 60 ribu di tahun 2012. Penyebaran malware sendiri telah menjadi kejahatan online yang paling umum. Saat ini telah dikenal jutaan ancaman komputer mulai dari virus, worm, trojan, exploit, backdoor, pencurian password, spyware, hingga variasi malware lain yang tidak diinginkan.
Peringatan virus palsu
Peringatan keamanan palsu merupakan sumber infeksi baru yang banyak terjadi. Virus terdownload sendiri ke dalam komputer dan secara otomatis muncul seolah-olah merupakan peringatan. Jenis ini memunculkan tampilan pop-up yang memberitahukan bahwa sistem telah terinfeksi sehingga perlu segera discan. Saat tombol scan ditekan, seketika itu juga virus menginfeksi seluruh PC. Software keamanan palsu seperti ini juga dapat berperilaku seperti proses update dari Microsoft.
Hacktivism
Menurut IDC, serangan denial of service (DoS) dan distributed denial of service (DDoS) kembali muncul sebagai ancaman. Tahun 2012, terdapat peningkatan drastis frekuensi, volume bandwidth, dan orientasi aplikasi akibat serangan ini dengan tanpa disadari banyak organisasi. Berdasarkan statistik dari Prolexic, perusahaan pertahanan situs dari Hollywood, Fla, serangan yang umum dikenal sebagai 'hacktivism' ini telah meningkat hingga 70 persen selama paruh pertama tahun 2012, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menanggapi masalah di atas, sebagai rekanan pihak Microsoft, kalangan industri pun sepakat bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan upgrade OS yang telah berusia lebih dari 11 tahun ini.
Pendapat tersebut keluar dari beberapa pelaku industri seperti Djarot Subiantoro, Ketua ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), Alan Tong, Direktur Frost & Sullivan Asia Pacific, dan Bryan Ma, Associate Vice President of Client Devices Research untuk IDC Asia/Pacific.
Semua pihak rekanan Microsoft tersebut sepakat bahwa perusahaan ataupun kalangan industri yang masih menggunakan Windows XP memang harus segera melakukan upgrade dari Windows XP ke versi yang lebih baru untuk menjamin faktor keamanan data perusahaan mereka.
Selain berbagai isu keamanan tingkat tinggi tersebut, terus menggunakan XP juga membuka peluang masuknya ancaman lain dari kategori compliance terhadap standar seperti enkripsi, hashing atau signing. Hal ini dikarenakan lebih dari 60 persen pembuat software independen (ISV) dan perambah modern tidak lagi mendukung XP.

0 komentar:

Lokasi