Microsoft Windows 7 resmi menggantikan Windows XP


Rabu, 10 April 2013



LENSAINDONESIA.COM: Microsoft Windows 7 resmi menggantikan Windows XP, sebagai sistem operasi desktop paling populer di Indonesia, menurut laporan terbaru dari StatCounter.  Windows XP telah menjadi salah satu produk paling sukses sepanjang sejarah Microsoft, dan merupakan sistem operasi (OS) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Namun seiring munculnya berbagai tantangan baru di dunia komputasi, Microsoft akan menghentikan dukungan dan layanan terhadap Windows XP mulai 8 April tahun depan. Microsoft juga mengingatkan konsumen dan bisnis agar memperbarui OS mereka dengan Windows 7 & Windows 8 agar tetap terlindung dari berbagai resiko akibat sistem PC mereka yang tidak terlindungi.
Meskipun pernah menjadi OS paling populer dalam sejarah Microsoft, Windows XP tidak dirancang untuk menghadapi tantangan sekarang. Misalnya serangan cyber yang lebih canggih, atau tuntutan privasi yang lebih tinggi, serta berbagai isu lain yang kini dapat ditangani oleh OS Microsoft yang lebih baru seperti Windows 7 dan Windows 8.
“Sejauh ini, risiko keamanan pada konsumen dan perusahaan merupakan persoalan paling serius karena berdampak pada informasi pribadi dan data perusahaan yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis,” kata Lucky Gani – Business Group Head, Windows Division, Microsoft Indonesia melalui siaran pers yang dibagikan kepada wartawan Rabu (10/4/13).
Sampai saat ini Pergeseran dari Windows XP (43%) ke Windows 7 (46%) menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen telah menggunakan OS yang lebih modern, andal, dan aman untuk aktivitas sehari-hari. Namun, angka tersebut juga berarti sekitar 11,4 juta PC[1] masih menggunakan Windows XP (proyeksi IDC berdasarkan jumlah PC terinstal) dan berisiko terkena serangan cyber akibat tidak adanya updatehotfix, serta dukungan teknis.
Selama satu dekade terakhir, telah terjadi peningkatan ancaman keamanan dalam berbagai cara, diantaranya MALWARE yang meningkat enam kali lipat dari 10.000 pada tahun 2001 menjadi 60.000 pada tahun 2012. Saat ini telah dikenal jutaan ancaman komputer mulai dari virus, worm, trojan, exploit, backdoor, pencurian password, spyware, hingga variasi software lain yang tidak diinginkan.
PERINGATAN VIRUS PALSU yang merupakan sumber infeksi baru yang banyak terjadi. Virus terdownload sendiri ke dalam komputer dan secara otomatis muncul seolah-olah merupakan peringatan. Jenis ini memunculkan tampilan pop-up yang memberitahukan bahwa sistem telah terinfeksi sehingga perlu segera discan. Saat tombol scan ditekan, seketika itu juga virus menginfeksi seluruh PC. Software keamanan palsu seperti ini juga dapat berperilaku seperti proses update dari Microsoft.
HACKTIVISM, Menurut IDC, serangan denial of service (DoS) dan distributed denial of service (DDoS) kembali muncul sebagai ancaman. Tahun 2012, terdapat peningkatan drastis frekuensi, volume bandwidth, dan orientasi aplikasi akibat serangan ini tanpa disadari banyak organisasi. Serangan yang umum dikenal sebagai ‘hacktivism’ ini telah meningkat hingga 70% selama paruh pertama tahun 2012, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan statistik dari Prolexic, perusahaan pertahanan situs dari Hollywood.
Selain berbagai isu keamanan tingkat tinggi tersebut, terus menggunakan XP juga membuka peluang masuknya ancaman lain dari kategori compliance terhadap standar seperti enkripsi, hashing atau signing, karena lebih dari 60%[2] pembuat software independen (ISV) dan perambah modern tidak lagi mendukung XP.@Yuwana irianto

0 komentar:

Lokasi