Pemeriksaan Akuntansi - Penerimaan dan Perencanaan Audit


Selasa, 20 Desember 2011

Penerimaan dan perencanaan audit
Tahap proses audit :
  • Penerimaan penugasan audit.
  • Perencanaan audit.
  • Pelaksanaan pengujian audit .
  • Pelaporan audit.

I.               Penerimaan penugasan audit à merupakan perencanaan awal (pre plan) dimana auditor harus mempertimbangkan didalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak penugasan audit.
       ada 6 langkah untuk menerima atau menolak :
a)      Mengevaluasi integritas manajemen :
1.      Melakukan komunikasi dengan auditor sebelumnya, jika auditor sebelumnya mengundurkan diri atau tidak diperpanjang lagi. Dengan cara melakukan komunikasi :
Ø  Meminta keterangan kepada auditor pendahulu tentang integritas manajemen yang menyangkut ketidak sepakatan penerapan prinsip akun tansi, prosedur audit dan  alasan klien dalam penggantian auditor tersebut.
Ø  Meminta persetujuan kepada calon klien perlunya komuni kasi dengan auditor pendahulu. Jika calon klien menolak memberikan izin, maka auditor pengganti harus menyelidiki alasannya dan memper timbangkan pengaruh penolakan atau pembatasan tersebut dalam memutuskan penerimaan atau menolak penugasan audit.
Ø  Mempertimbangkan keterbatasan jawaban yang diberikan oleh auditor sebelumnya.
2.      Meminta keterangan kepada pihak ketiga à penasehat hukum, pejabat bank dan pihak yang mempunyai hubungan bisnis dengan calon klien.
3.      Melakukan review terhadap auditor sebelumnya à misalnya : auditor perlu mempertimbangkan adanya kekeliruan dan ketidakberesan serta pelanggaran hukum oleh calon klien yang ditemukan dalam audit atas laporan keuangan tahun lalu.


b)      Mengidentifikasi kondisi khusus dan risiko luar biasa à
Ø  Mengidentifikasi pemakai laporan audit --> untuk perusahaan publik yang sahamnya melalui pasar modal berbeda dengan perusahaan perorangan atau pt tertutup.
Ø  Mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon klien dimasa depan à antara lain informasi bahwa klien sedang menghadapi tuntutan pengadilan atau auditor kemungkinan akan terlibat dalam perkara pengadilan.
Ø  Mengevaluasi kemungkinan dapat tidaknya laporan keuangan calon klien diaudit à antara lain dari tersedianya catatan akuntansi jurnal, buku besar, buku pembantu serta tersedianya dokumen pendukung transaksi, dan memadainya struktur pengendalian.
c)      Penentuan kompetensi auditor untuk melaksanakan audit à sesuai dengan standar umum pertama “ audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor”. Oleh karena itu auditor harus mempertimbangkan tim auditnya dengan mengidentifikasi anggota tim auditnya.
                        tim audit biasanya terdiri dari
1.      Seorang partner à bertanggung jawab terhadap penyelesaian keseluruhan penugasan audit.
2.      Seorang manajer à mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan program audit.
3.      Staf asisten à bertugas melaksanakan program audit  dalam melaksanakan berbagai prosedur audit.
            selain itu juga harus mempertimbangkan keperluan konsultasi dan tenaga spesialis untuk : 
ü  Menilai karya seni, obat-obatan khusus.
ü  Penentuan karakteristik fisik, antara lain cadangan mineral atau tumpukan bahan baku yang ada di gudang.
ü  Penentuan nilai dengan metode dan teknik khusus, misalnya perhitungan aktuarial.
ü  Penafsiran dalam syarat teknis yang menyangkut hukum, dokumen kontrak.

d)     Evaluasi terhadap indepen densi auditor à sesuai dengan standar umum ke 2 “ dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor “. Dimana dalam pernyataan etika profesi tentang integritas, objektivitas dan independensi yang diklasifikasikan sbb :
1.      Hubungan keuangan dengan klien.
2.      Kedudukan dalam perusahaan.
3.      Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dan tidak konsisten.
4.      Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit.
5.      Hubungan keluarga dan pribadi.
6.      Imbalan atas jasa profesional
7.      Penerimaan barang atau jasa dari klien.
8.      Pemberian barang atau jasa kepada klien.
       oleh karena itu auditor tidak memiliki kondisi atau hubungan seperti diatas.
e)      Penentuan kemampuan auditor dalam menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan teliti à standar umum ke 3 “ dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan  cermat dan seksama”.
                          hal ini ditentukan oleh :
§  Penentuan waktu penugasan à umumnya antara 6 sampai 9 bulan sebelum akhir tahun buku klien, karena diperlukan untuk observasi terhadap fisik persediaan.
§  Pertimbangan jadual pekerjaan lapangan à
1)      Pekerjaan interim (interim work) dilakukan 3 sampai 4 bulan sebelum tanggal neraca.
2)      Pekerjaan akhir tahun (year end work) à dilaksanakan auditor beberapa minggu sebelum tanggal neraca sampai 3 bulan setelah tanggal neraca.
§  Pemanfaatan personil klien.
Manfaatnya antara lain :
1.      Untuk pembuatan daftar saldo akun buku besar (working trial balance).
2.      Rekonsiliasi akun kontrol (controlling account) dalam buku besar dengan akun buku pembantu (subsidiary ledger)
3.      Pembuatan daftar umur piutang.
4.      Pembuatan daftar polis asuransi, penambahan dan pengurangan aktiva tetap dalam tahun audit.
f)       Pembuatan surat penugasan à surat penugasan dibuat auditor untuk klien yang berfungsi untuk dokumentasi dan penegasan penerimaan auditor.
                        isi surat penugasan :
1.      Tujuan audit atas laporan keuangan.
2.      Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan.
3.      Lingkup audit, termasuk penyebutan undang-undang, peraturan, pernyataan dari badan profesional yang harus dianut oleh auditor.
4.      Bentuk laporan atau komuni kasi yang akan digunakan oleh auditor untuk menyampaikan hasil penugasan.
5.      Fakta bahwa audit memiliki keterbatasan bawaan dimana kekeliruan dan ketidak beresan tidak akan terdeteksi.
6.      Pengaturan reproduksi laporan keuangan audit.
7.      Kesanggupan auditor untuk menyampaikan informasi tentang kelemahan signifikan struktur pengendalian intern yang ditemukan oleh auditor.
8.      Akses keberbagai catatan, dokumentasi dan informasi lain dalam kaitan dengan audit.
9.      Dasar untuk menghitung fee audit dan pengaturan penagihannya.

      auditor dapat memasukan hal-hal berikut dalam surat penugasannya :
1.      Pengaturan berkenaan dengan perencanaan audit.
2.      Harapan untuk menerima konfirmasi tertulis dari manajemen tentang representasi yang dibuat dalam hubungan dengan audit.
3.      Permintaan kepada klien untuk menegaskan bahwa syarat penugasan telah sesuai dengan membuat  tanda penerimaan surat perikatan  audit.    
4.      Penjelasan setiap surat atau laporan yang diharapkan oleh auditor untuk diterbitkan bagi kliennya.
       jika relevan dengan audit dapat dimasukan pula dalam surat penugasan :
1.      Pengaturan ikut sertanya auditor lain atau tenaga ahli.
2.      Pengaturan ikut sertanya auditor intern dan staf klien.
3.      Pengaturan dengan auditor sebelumnya jika audit tahun pertama.
4.      Pembatasan atas kewajiban auditor jika ada kemungkin an.
5.      Suatu acuan perjanjian lebih lanjut antara auditor dan klien.

  1. Perencanaan audit (audit plan) à sesuai dengan standar pekerjaan lapangan ke 1 “pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”.
            alasan auditor membuat perencanaan :
a)      Untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup.
                bukti diperoleh melalui :
      Penentuan prosedur audit,
      Penentuan besar sampel yang akan diuji
      Pemilihan items untuk sampel
      Penentuan waktu pelaksana an prosedur audit.     
b)      Untuk menetapkan biaya audit yang layak.
c)      Untuk menjaga hubungan baik dengan klien dan untuk memudahkan pelaksanaan  kerja yang bermutu.
                         dalam perencanaan audit ada 7 tahap :
1)      Memahami bisnis dan industri klien à dengan cara :
a.       Mereview kertas kerja audit tahun sebelumnya à sehingga dapat mengingat kembali kebijakan-kebijakan klien, organisasi dan struktur pengendalian internnya.
b.      Mereview data industri dan bisnis à dapat diperoleh dengan cara meminta keterangan kepada klien, aktif berpartisipasi dalam perkumpulan berbagai industri atau program latihan.
c.       Mengunjungi kantor dan pabrik klien à sebelum audit dilakukan auditor melakukan perjalanan inspeksi kekantor dan pabrik klien untuk mendapatkan pengetahuan tentang tata letak pabrik, proses produksi, produk-produk perusahaan dan penjagaan fisik terhadap aktiva perusahaan, mengenal karyawan-karyawan inti dalam bagan organisasi sehingga nanti dapat menjadi sumber informasi.
d.      Meminta keterangan kepada komite audit à yaitu tentang kelemahan dan kekuatan struktur pengendalian intern perusahaan, sistem pengolahan data elektronik, perubahan manajemen, struktur organisasi perusahaan.
e.       Meminta keterangan kepada manajemen à yaitu informasi :
§  Pengembangan bisnis yang sedang dilakukan.
§  Peraturan baru yang berlaku dalam industri dan peraturan pemerintah terbaru.
§  Bidang audit yang menjadi kepentingan khusus manajemen.
f.       Menentukan adanya pihak yang memiliki hubungan istimewa à jika jumlahnya material transaksi antara klien dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa harus dijelaskan dalam laporan keuangan.
                          cara umum yang ditempuh menemukan adanya transaksi ini :
1.      Meminta keterangan kepada klien.
2.      Memeriksa daftar pemegang saham.
g.      Mempertimbangkan dampak pernyataan standar akuntansi dan pernyataan standar auditing yang berlaku à selalu memperhatikan pernyataan standar baru dari komite standar akuntansi keuangan dan standar profesional akuntan.
2)      Melaksanakan prosedur analitik à yaitu meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat atau ratio yang dihitung dari jumlah yangtercatat dibandingkan harapan yang dikembangkan oleh auditor.
       tujuan prosedur analitik à untuk membantu perencanaan dalam sifat, saat dan luas prosedur audit yang akan di guna kan untuk memperoleh bukti tentang saldo akun atau jenis transaksi tertentu.
        sehingga dapat meningkatkan pemahaman auditor atas usaha klien dan transaksi atau peristiwa yang terjadi sejak tanggal audit berakhir. Juga dapat mengidentifikasi bidang yang kemungkinan mencerminkan risiko.
       tahap-tahap prosedur anali tik :
1.      Mengidentifikasi perhitung an atau perbandingan yang harus dibuat à mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga yang rumit. Misalnya : untuk usaha tertentu prosedurnya terdiri dari review perubahan saldo akun tahun sebelumnya dan tahun berjalan dengan menggunakan buku besar atau daftar saldo (trial balance) yang belum disesuaikan. Tetapi ada usaha yang lain mungkin saja meliputi analisis laporan keuangan triwulan. Jadi dengan prosedur tersebut dikombinasikan dengan pengetahuan auditor menjadi dasar dalam menentukan penyelidikan tambahan sehingga efektif.
2.      Mengembangkan harapan à prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah yang tercatat atau ratio yang dihitung dari jumlah yang tercatat dengan harapan yang dikembangkan.
                         contoh informasi yang digunakan :
a)      Informasi keuangan periode sebelumnya yang dapat diperbandingkan.
b)      Hasil yang diantisipasi, misal anggaran atau prakiraan.
c)      Hubungan antara unsur-unsur informasi keuangan  dalam satu periode.
3.      Melaksanakan perhitungan atau perbandingan à audit or mengumpulkan data yang akan dipakai dalam perhitungan yaitu persentase sekarang dibandingkan dengan jumlah atau persentase tahun lalu dan ratio keuangan.
4.      Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan yang signifikan à data yang dikumpulkan dibandingkan dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor.
5.      Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaannya à yaitu menyelidiki penyebab perbedaan signifikan tersebut dengan mempertimbangkan kembali metode dan faktor untuk mengembang kan harapan serta minta keterangan kepada manajemen.
6.      Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaannya à adanya perbedaan yang signifikan oleh auditor dijadikan petunjuk meningkatnya risiko salah saji dalam akun. Dengan dasar ini auditor merencanakan pengujian yang lebih rinci terhadap akun.

3)      Mempertimbangkan tingkat materialitas awal .
a.       Materialitas awal pada tingkat laporan keuangan perlu ditetapkan oleh auditor, karena pendapat auditor atas kewajaran laporan ke uangan diterapkan pada laporan keuangan sebagai keseluruhan.
b.      Materialitas awal pada tingkat saldo akun ditentukan oleh auditor pada tahap perencanaan audit, karena untuk mencapai kesimpulan tentang kewajaran laporan keuangan sebagai keseluruhan.
4)      Mempertimbangkan risiko bawaan à yaitu risiko salah saji yang melekat pada saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun.
Pada tahap pemahaman dan pengujian struktur pengendalian intern, auditor mempertimbangkan risiko pengendalian (control risk) à suatu risiko tidak dapat dicegahnya salah saji material dalam suatu saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun oleh struktur pengendalian intern. 
  pada tahap pengujian substantif, auditor mempertimbangkan risiko deteksi (detection risk) à suatu risiko tidak terdeteksinya salah saji material dalam suatu saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun oleh prosedur audit yang dilaksanakan auditor.
 pada tahap pelaporan audit, aduitor harus mempertim bangkan risiko audit à suatu risiko kegagalan dalam memodifikasi pendapatnya atas laporan keuangan yang disajikan secara material salah.

5)      Mempertimbangkan faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika audit merupakan audit tahun pertama.
 laporan keuangan selain menyajikan posisi keuangan tahun berjalan juga mencerminkan dampak :
a.       Transaksi yang dimasukan dalam saldo yang dibawa ketahun berikutnya dari tahun sebelumnya.
b.      Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam tahun sebelumnya.
            auditor harus menyadari hal-hal bersyarat dan komitmen pada awal tahun.
            auditor harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk meyakini :
a)      Saldo awal tidak mengan dung salah saji yang mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan.
b)      Saldo penutup tahun sebelum nya telah ditransfer dengan benar ketahun berjalan atau telah dinyatakan kembali.
c)      Kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten.
6)      Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban legal klien à penyajian laporan keuangan secara wajar mewajibkan klien mematuhi peraturan pemerintah dan perjanjian legal lainnya. Informasi ini terdapat pada :
a)      Anggaran dasar dan rumah tangga.
b)      Perjanjian persekutuan.
c)      Notulen rapat direksi dan pemegang saham.
d)     Kontrak.
e)      Peraturan pemerintah. 
       tujuan auditor mereview informasi ini :
a.       Untuk memperoleh gambaran kebijakan sehingga auditor dapat menentukan apakah transaksi yang tercantum dalam akun telah diotorisasi dan dilaksanakan sesuai kebijakan dan rencana pemilik dan manajer.
b.      Untuk memperoleh informasi (background information) yang bermanfaat dalam menafsirkan akun dan laporan klien.

7)      Memahami struktur pengendalian intern à jika auditor yakin bahwa struktur pengendalian intern baik meliputi penyediaan data, penjagaan kekayaan serta catatan akuntansi, maka jumlah bukti yang diperiksa akan sedikit dan sebaliknya.

0 komentar:

Lokasi